This Is My Life Journey
PENGAKUAN ALGOJO 1965

  • Dulu jaman pemberantasan PKI, Sungai Brantas jadi kuburan terapung. Mayat sebagian besar tanpa kepala banyak mengambang.
  • Di Sungai Brantas banyak bangkai tertuduh PKI, tidak ada yang berani menangkap ikan atau bersedia makan ikan dari Kali Brantas
  • TNI seperti nabok nyilih tangan (meminjam tangan orang lain untuk memukul). Tertuduh PKI tiap malam ada sekitar 4-17 orang.
  • Isitilah “disekolahkan” adalah untuk tertuduh PKI yang dibunuh.
  • Dalam situasi seperti itu sulit dibedakan mana yang PKI dan bukan. Banyak yang bukan anggota PKI ikut dibantai.
  • Jurang Watu Rongko (batu kerangka) di Jatim termasuk salah satu tempat pembuangan mayat tertuduh PKI yang tidak dikuburkan.
  • Gak ada korban tertuduh PKI yang melawan saat dieksekusi. Kadang gak gampang membunuh mereka karena ada yang punya ilmu kebal.
  • Banyak anggota PKI yang mati termasuk saudara saya, tapi dia dihabisi teman saya, karena saya gak tega membunuh dia.
  • Tertuduh PKI yang pake ilmu kebal, cara membunuhnya cukup dengan batang singkong yang dipukulin ke punggung. Dia langsung mati.
  • Pembantaian PKI di perbatasan Kediri - Jombang, membuat salah satu rumah TKP dipenuhi darah sampai mata kaki.
  • Saat pembantaian PKI selesai, banyak celurit, pedang dan golok bertumpuk di samping mayat-mayat yang berserakan.
  • Sore itu para banyak yang capek karena selama 7 jam menebas 700 leher tertuduh PKI. Mereka memakai penutup wajah seperti ninja.
  • Banyak kasus menyembelih tertuduh PKI karena takut ia sendiri yang disembelih.
  • Tempat eksekusi biasanya sudah ditentukan. Kalo tempat belum dipastikan, tentara memancing PKI ke luar rumah dan DOR!
  • Para tertuduh PKI diangkut dengan truk. Banyak dari mereka mengira diajak rekreasi, padahal dieksekusi.
  • Bahkan salah satu tertuduh PKI yang di dalam truk gak nyadar ini akhir hidup mereka. Ada yang bawa dagangan untuk dijual di setiap tempat pemberhentian.
  • Dalam situasi seperti itu sulit dibedakan mana yang PKI dan bukan. Banyak yang bukan anggota PKI ikut dibantai.
  • Salah satu anggota PKI yang punya ilmu kebal, gak mempan meski ditebas. Saat mengeksekusi, badan dan kepala orang itu menyatu.
  • Akibat pembantaian tertuduh PKI air di Bengawan Solo berubah jadi merah karena darah. Kadang ada jari manusia di perut ikan.
  • Saat terjadi banjir tahun 1966, air di Bengawan Solo bersih kembali karena darah yang ada tersapu banjir.
  • Di Semarang, tertuduh PKI dieksekusi dengan dipukul di bagian kepala dengan batangan besi.
  • Para tertuduh PKI ditangkap berdasarkan klasifikasi A, B, C. Biasanya yang klasifikasi A kategorinya berat pasti dihabisi.
  • Selain ditebas, eksekusi tertuduh PKI dilakukan dengan cara ditusuk dadanya dengan kelewang.
  • Kadang tertuduh PKI diciduk hidup-hidup, diajak ke pantai dan dari belakang kepala mereka langsung ditebas.
  • Ada juga para tertuduh PKI dengan tangan dan kaki terikat. Beberpa detik kemudian bunyi parang menebas leher.
  • Jika ada satu tahanan tertuduh PKI kabur, dua algojo yang dianggap lalai dijadikan korban pengganti.
  • Tidak jarang para menebas kepala tertuduh PKI yang merupakan keluarga sendiri. Alih-alih tugas negara.
  • Tiap orang yang ditebas langsung dibuang ke lubang yang sudah disiapkan. Sebagai penanda ditanam dahan kedondong.
  • ada yang menerima honor berupa 150 rupiah per algojo dan bonus beras lima karung. Yang berstatus napi langsung dibebaskan.
  • TNI yang dituduh pro PKI dapat siksaan reguler yang membuat cairan perutnya merembes. Disekap 40 hari di WC tidur dengan tinja.
  • Tangan dan kaki saya diikat dengan tambang. Ada tentara nyiram spiritus dan nyilet perut saya. Kata tahanan poliik pasca G30S.
  • Cerita tentang bernama Anwar Congo dari Medan lebih ngeri lagi. Dia mengeksekusi tertuduh PKI dengan senderin ke tiang, kawat dililitkan ke leher dan tarik aja supaya gak ada darahnya.Cara itu katanya dia tiru dari film-film mafia.
  • Karena senang menari, Anwar membunuh tertuduh PKI dengan menebas atau menikam sambil menari cha cha.
GALILA - JESSICA HUWAE

  • Saya tidak mau terpenjara dengan apa yang saya miliki. Seperti ini saja, menikmati apa yang ada.
  • Tradisi kadang dilakukan bukan karena benar-benar dipercaya, tapi karena ada janji dan pengharapan akan masa depan.
  • Manusia kadang memang lebih jujur saat detik-detik perpisahan datang menjelang.
  • Bukankah kecerdasan, wajah tampan, dan kekayaan adalah kombinasi yang sangat berbahaya?
  • Atau kemasan menarik sering membuat orang lupa akan esensi yang tersimpan di dalamnya?
  • Tiap orang seharusnya pernah membuat kesalahan masa muda, kalo nggak, mereka nggak akan pernah merasakan hidup.
  • Semua kisah cinta akan berakhir pada batas kadaluwarsanya masing-masing.
  • Kenapa harus memilih? Bukankah tidak memilih juga merupakan suatu pilihan?
  • Apakah manusia lantas kurang nilai, fungsi atau kontribusinya apabila mereka tidak berpasangan?
  • Kita mulai di suatu titik, bukan berarti kita akan berakhir di titik yang sama.
  • Ada begitu banyak yang kumiliki, namun apa artinya bila tak memiliki seseorang untuk berbagi?
  • Setelah bergelut cukup lama dengan kesendirian, dia baru menyadari bahwa berpasangan bisa jadi begitu menyenangkan.
  • Aku merasa hidupku lengkap tanpa perlu mencari. Aku merasa telah menemukan walau aku tak pernah merasa kehilangan.
  • Bagaimana mungkin manusia bisa berjanji tentang hari depan yang tidak diketahui atau belum tentu dimilikinya?
  • Jangankan urusan hati, manusia itu seperti ilalang yang hari ini ada dan esok tiada.
  • Setiap kisah cinta, sesulit apapun, bukankah layak untuk diperjuangkan?
  • Kalo salah potong rambut, menyesalnya hanya sebulan. Kalo salah makan, sakit perutmu hanya sejam dua jam. Kalo salah pilih jodoh?
  • Tak ada jaminan bahwa pertemuan satu akan mengantar ke pertemuan selanjutnya.
  • Manusia bisa menciptakan tuhan kecil dalam dirinya. Menentukan suka atau tidak suka tanpa memberi ruang bagi logika.
  • Yang terdepan menjadi terbelakang, yang terdahulu menjadi terkemudian. Begitu cara hidup memberimu kejutan.
  • Bukankah walau hanya ada sedikit ruang untuk berharap, itu juga yang memampukan kita terus berjalan?
  • Jika seseorang memintanya untuk tidak khawatir berulang kali, itu justru pertanda dia seharusnya mulai khawatir.
  • Bila bahagia adalah kepemilikan, mengapa aku tidak kunjung merasa bahagia?
  • Kamu itu sebentuk kebahagiaan yang selama ini aku cari dan akan terus aku perjuangkan. Kebahagiaan kita adalah cita-cita.
  • Jangan berhenti mencintaiku karena hal-hal yang berada di luar kendaliku.
  • Patah hati itu hanya sesaat, tapi nanti semuanya akan kembali jadi baik-baik saja. Kelak.
  • Aku tak pernah menginginkan hal sebesar aku menginginkan hubungan kita.
  • Biarkan aku berjuang untuk hubungan ini. Berjuang untuk sesuatu yang kupilih sendiri. Sebesar apa pun risikonya.
  • Bukankah begitu seharusnya cinta? Berpegangan tangan dan menguatkan. Cinta mungkin tak bisa melupakan, namun dia memaafkan.
  • Saat bekerja dengan baik dan jujur, kita sebenarnya sedang berbuat baik terhadap diri sendiri.
  • Ada masa depan dalam setiap hal yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
  • Perbuatan baik itu lebih nyata daripada iman yang ditunjukkan dengan samar-samar.
  • Waktu adalah penguasa. Menghapus kenangan, mempertebal jarak dan menguapkan rasa yang pernah dipupuknya setiap hari.
ALBUM JAZZ ROBBIE WILLIAMS (SWING BOTH WAYS) VS ALBUM JAZZ GEORGE MICHAEL (SYMPHONICA), SIAPA YANG MENANG?

Dua penyanyi ini punya beberapa kesamaan:

  • ·       Sama-sama berkebangsaan Inggris.

  • Sama-sama berkarier awal pada grup band kondyang, (Robbie Williams dari Take That, sedangkan George Michael dari WHAM!).
  • Sama-sama mendapat gelar bad boy.
  • Sama-sama merilis album jazz!

Baiklah, saya akan review kedua album ini….

ROBBIE WILLIAMS – SWING BOTH WAYS.

Si bengal satu ini, muncul lagi dengan gebrakan album yang musiknya didominasi jazz swing tempo doeloe. Tapi tidak terkesan kuno malah cocok didengerin sore hari ketika bermacet-macetan pulang ngantor. Berisi 13 lagu yang 5 diantaranya, dia berkolabo dengan penyanyi bernama besar. Seperti: Olly Murs (I Wanna Be Like You), Rufus Wainwright (Swing Both Ways), Michael Buble (Soda Pop), Kelly Clarkson (Little Green Apples), dan…nah ini duet maut yang cakeeep! Lily Allen (Dream A little Dream Of Me). Gue juga suka If I Only Had A Brain. Lagu jazz mellow seperti  era Nat King Cole.

GEORGE MICHAEL – SYMPHONICA.

Lain halnya dengan si legendaris ini niiih. Dia ngeluarin album berkonsep live, dengan warna musik jazz lengkap kepada orkestra yang megah. Ada 17 lagu dalam album ini, beberapa diantaranya hasil remake lagu lamanya (atau mengcover). Lagu usangnya yang didaur ulang kembali: Praying For Time, One More Try, juga A Different Corner. Malahan hits dari Terence Trent D’arby ditahun 1995 berhasil dibawakan dengan baik sehingga membuat para penikmat album ini jadi mendadak mellow!

LALU SIAPAKAH PEMENANGNYA?

Gue akan menjatuhkan pilihan kepada Robbie Williams – Swing Both Ways!!! Menyimak albumnya, kita seperti diajak ke era jazz kuno,dengan warna terkini. Jazz swing yang selama ini dianggap butut, jadi begitu modern penggarapannya!

Kalo album George Michael – Symphonica, gimana? Sebenarnya ini bukan konsep baru sih, karena pada sekitar akhir 90-an, dia merilis album Songs From The Last Century yang berisikan lagu jazz recycle. Malah The First Time I Ever Saw Your Face dan Roxanne yang ada di album SFTLC diulang lagi ke Symphonica. Entah udah kehabisan inpsirasi, stak ide, atau emang sekarang lagi jamannya pada ngecover?

WHATEVA! Yang penting mereka tua-tua keladi makin tuwir makin berlendir…eh, makin jadi hahaha. Bukankah seorang penyanyi harus sekali-sekali keluar dari zona nyamannya, dengan menyanyikan lagu yang diluar genrenya? Contoh kasus, Hayley Williams dari Paramore, ngerock abeees tapi masih kebagian order nyanyi genre dance music.

HONG KONG

Sudah lama emang gue pengen plesiran ke Hong Kong. Karena menurut gue, Singapore, Bangkok dan Kuala Lumpur masih ala-ala Jakarta. Kalo HK suasananya seperti “bener-bener” di luar negeri. Beli tiketnya dari November 2013 dengan tanggal keberangkatan 13 April 2014. Berguru dari pengalaman plesiran sebelumnya, saat ke Phuket kartu kredit gue limit. Karena dibarengin beli tiket, booking hotel dan paket tour ke Phi Phi Island. Sesampai di sana credit card langsung limit, dan gue jadi cengok ngiler ngelihat Absolut Vodka yang harganya Cuma Rp 150.000 di duty free bandara.

Nah, keberangkatan gue ke Hong Kong kali ini, pembayarannya gue lakukan bertahap. Lunasi tiket dulu, setelah itu booking paket Madame Tussauds, dan terakhir sebelum berangkat langsung booking hotel. Gue ngambil hotel murah meriah (yang penting wifi-nya kenceng!) di kawasan Nathan Road, Tsim Sha Tsui, Kowloon. Sesampai di HK gue naik bis City Flyer yang bertingkat dengan tujuan tersebut. Di sana gak ada bis  yang udah busuk. Semuanya baru dan gak pake kenek yang nagih bayaran penumpang seperti di sini. Karena ketika pintu masuk bis terbuka otomatis, penumpang tinggal ngegesekin kartu di alat saping sopir, atau masukin duit disitu. Sebaiknya emang harus bayar pake uang pas, karena mereka gak nerima kembalian.

Ketika membaca papan jalan Nathan Road, gue langsung turun dengan ekspektasi hotel udah deket. Padahal panjang Nathan Road itu lumayan jauh kalo ditempuh dengan jalan kaki, apalagi pake nyeret-nyeret tas segala kaya pramugara hahahaha. Karena clueless di mana letak hotel gue berada, gue tanya petugas money changer sekalian nukerin duit. Dia nyaranin gue buat naik taxi aja. Di sana kita gak bisa sembarang nyegat taxi dan bis. Ada jalurnya khusus, dan semua pada tertib ngantri, gak ada itu ceritanya rebutan. Taxi mereka berwarna merah dengan kapasitas lima penumpang. Di depan samping sopir ada dua kursi, sedangkan dibelakang ada tiga. Gue heran dengan sopirnya yang punya kemampuan multitasking mendengarkan siaran radio sekaligus suara dari radio panggil taxi itu. Bahasa Cina itu kan udah ribet? Kok gak pusing om sopir dengerin obrolan dari radio, barengan suara operator dari radio panggil. Buseeet, pussssiiiiing! Gue sempet berpikiran negatif karena ngerasa dibawa muter-muter sama si sopir. Dari tadi kok taxinya di Chow Tai Fook melulu? Baru gue nyadar kalo itu ternyata toko perhiasan yang punya cabang di mana-mana. Hahahaha goblok ya?

Sampailah gue di Chunking Mansion, yang ternyata itu seperti gedung berisi kumpulan penginapan low budget. Lingkungannya agak nyeremin karena dikelilingi orang kulit item dan India yang nawarin macem-macem. Mulai dari cimeng, hasish, cocaine sampe “selimut hidup” perempuan bahkan laki-laki!!! Liftnya lambat banget,karena lambreta gak heran sering terjadi antrian panjang di depan lift. Nyampe kamar, betapa shocknya gue ngeliatin luas kamarnya yang sempiiiit seperti kandang ayam!

TUUUUH! Ketika buka pintu udah mepet dengan dinding. Jadi kalo bawa tas gede, mending tasnya dimasukin ke kolong tempat tidur aja biar gak sesak. Setelah istirahat bentar, mulailah gue menjelajahi sepanjang Nathan Road dari ujung ke ujung. Suasana ujung jalan itu sangat mirip Boston. Di pojokan Nathan Road ada Sheraton, dan jalan menuju banyak museum dan pelabuhan kapal ferry menuju HK. Ada juga Avenue of the Stars. Hollywood Walk of Fame-nya Hong Kong di pinggir lautan. Di sekitar situ juga setiap jam delapan malam ada pertunjukkan kerlap-kerlip lampu gedung di Hong Kong mengikuti irama lagu klasik ala-ala Beethoven. Pecaaah bangeeeet!

Sinting juga ya pemerintah sana bisa kepikiran menggelar atraksi kerlap-kerlip lampu yang dipancarkan dari seluruh gedung tinggi Hong Kong, dan itu dijadikan sebuah pertunjukkan gratis yang amazing banget ditonton dari Kowloon.

Keesokan paginya, dengan penuh semangat gue bangun untuk melanjutkan perjalanan ke museum patung lilin Madame Tussauds, di kawasan The Peak. Gue udah ikut paket combo, naik peak tramp, masuk museum sampe ke tempat teratas untuk melihat indahnya Hong Kong dari ketinggian. Awalnya mau naik taxi, tapi sopirnya bilang perjalanan bisa 45 menit, gue disaranin naik ferry karena itu letaknya di Hong Kong, bukan Kowloon.

Sesampai di seberang dengan gaya yakin gue jalan kaki aja dan nanya orang arah ke The Peak itu mana.sebelum nemuin tempat itu gue berselfie dulu dengan kota mereka yang sangat rapih dan tertib.

By the way, gak tau kenapa kalo mo liburan, awalnya gue selalu punya rencana untuk solo traveler. Tapi rencana hanyalah tinggal rencana, karena ada temen yang nyusul. Waktu di Phuket dulu, gue cabut Rabu dan hari Jumatnya temen nyusul. Gitu juga dengan liburan di HK kali ini, bisa barengan dengan partner siaran gue, yang kebetulan dia ngeMC acara salah satu provider di sana. Pucuk cinta diulam tiba! Setidaknya ada yang bantu moto tanpa repot-repot harus ngetongsis hahahaha….

Eh ngomongin soal tongsis, gak tau kenapa banyak yang terheran-heran melihat gue bertongsis. Malah waktu di Peak Tramp, ada yang nanya beli di mana. Gue dengan bangganya jawab: beli di Indonesia, and this stuff we called: narcism stick. Aneh ya, padahal itu produk buatan Cina juga. Mau tau gimana noraknya orang sana ngelihat gue ngetongsis? NIIIH!!!

Pic atas, semuanya kepo nengokin ebnda ajaib itu. Pic bawah, cewek cakep dengan tas Prada malah fotoin gue. Hahahaha norak yaaa, negara maju kok heran lihat gituan? DIH!

Balik dari The Peak. Perjalanan dilanjutkan ke Sneakers Street dan Ladies Market. Ada beberapa penjual yang galaknya kebangetan. Jangan nawar kalo gak beli, bisa dihujat elo hahahaha

Pokoknya HK surga deh. Kalo gak ada duit bisa nyuci mata. Kalo banyak duit, selamat berbelanja sampe berak darah. Hahaha

ORGASMENYA JADI MUSIC DIRECTOR

image

image

image

Dulu ketika masih SMP, gue punya chart kompilasi sendiri yang gue gantung di atas tape compo (njriiiit, tape compoooo! Hahaha). Namanya Tony Top 10, sebuah peringkat lagu dari koleksi kaset (njrit lagi, kaseeeet! Hahahaha) atau lagu yang hanya bisa gue dengerin dari radio.

AND HISTORY REPEATING!

Pada tahun 1996, di radio EBSFM Surabaya, gue dipercayakan untuk mengisi posisi MD (Music Director). Dan kebetulan saat itu dunia peradioan sudah canggih karena mengenal compact disc. Naaah, dimulailah “kerja rodi” di mana gue menyusun chart sendiri dan menyiarkannya live (bukan rekaman seperti di acara chart radio lain). Gue inget, saat itu lagi hits genre grunge dan alternative rock. Seperti Silverchair, Green Day, Cranberries, blablabla.

AND TIME FLIES….

17 tahun kemudian, setelah 4 tahun berada di Jakarta, tiba-tiba gue ditawarin buat mengisi posisi itu kembali. Ah, menyenangkan! Seperti bertemu dengan dunia lama lagi. Yaaay!

Peran music director memang harus diperhitungkan. Karena ujung tombak sebuah radio itu adalah lagu, yang diikuti oleh keberadaan penyiar dan program acara yang ditawarkan. Rasanya kerjaan nge-MD itu amat sangat FUN! Kita diberi ruangan kedap suara, dengan speaker bersound juara, dan setumpuk CD yang siap untuk diputar. Kebetulan gue gak mengalami kesulitan yang berarti, karena mengkompilasi lagu itu kerjaannya sama dengan DJ. Tapi gak asal comot lagu aja sih. Soalnya MD itu harus pinter menyusun lagu satu dengan lagu lainnya, berdasarkan mood pendengar di setiap jam.

Ibaratnya music director itu sama seperti psikolog. Mereka harus ngerti “kejiwaan” sebuah lagu, apakah cocok diputar pada jam tertentu. Bayangin, dari ribuan lagu gue harus nyusun lagu apa yang pas di-onair-kan mulai jam 5 pagi sampe jam 1 malam. Lagu apa yang cocok buat bangun tidur, berangkat kerja, makan siang, pulang kantor, dan buat ngorok. Mata gue sampe siwer karena melototin judul lagu dari file yang kecil.

GIMANA SIH TUGAS MD ITU?

Pada umumnya, lagu dimasukin berdasarkan folder yang diberi nama: Current, Recurrent, Oldies, Indonesia, blablabla. Current itu lagu hits terbaru, kalo Recurrent lagu yang berusia sekitar 1 sampe 5 (bisa juga 10 tahunan). Sedangkan folder Oldies adalah lagu lawas berusia 10 sampai 20 tahun lalu, yang tentu saja disesuaikan oleh segmen radio masing-masing.

Nah, dalam sejam, tugas MD-lah yang meracik pengennya lagu apa buat opening dan seterusnya. Tapi lagu pertama gak jadi kewajiban harus diputer. Karena bisa aja si penyiar mencomot lagu ke-4 atau ke-6 sesuai dengan moodnya. Bebas! Asal semua lagu yang udah disusun harus diputer semua. Kalo gak diputer juga bodo amat, toh gue udah digaji enak hahahaha

Dan sangat menyenangkan, kalo gue di kamar lagi baca buku sambil dengerin radio yang memutar lagu kompilasi sendiri. Atau lagi di jalan macet-macetan, nyalain radio dengerin susunan lagu sendiri. Gak semua lagu yang disiarkan itu adalah kesukaannya sang MD. Kalo gue (karena pencinta British) lebih mengacu kepada lagu-lagu England. Tapi gak boleh maksain selera pribadi juga sih, karena gue harus tetap mengikuti selera pasar juga.

MD juga sering mendapatkan undangan launching album / presscon dari artis atau band. Udah makan gratis, ketemu artis, pokoknya sadis (berusaha terdengar ngerhyme :P). Malah kadang ada juga artis yang ngasi duit karena say thanks lagunya udah diputerin (maksudnya biar rajin diputer keleees). Gue juga sering membenci sebuah lagu, tapi harus diputar karena gak enak sama rekan label hahahaha….

Seorang MD bisa dikatakan berhasil, kalo si pendengar radio memaki lagunya karena udah lama gak dengerin sebuah lagu dan diputer lagi. “Anjriiit! Ini kan lagu gue jaman SMA???” Atau makian menyenangkan “Playlist elo bangsat Ton!”

Baidewei, ada satu hal yang memprihatinkan nih. Kalo kita ngedengerin semua radio dari ujung kiri sampe ujung kanan, hampir semuanya memainkan musik yang seragam. Gue jadi kangen era peradioan jaman dulu, di mana setiap radio punya ciri khas musik masing-masing. Sekarang ini semuanya kembali kepada rating. Jadi siap aja kuping elo pada eneg dengerin Beyonce atau Raisa, yang dihajar berulang-ulang dan pada semua radio!!!

Terlepas dari itu semua, gue mencintai profesi ini. Malah gue ngerasa kerjaan MD itu lebih menyenangkan dari DJ. Jam kerja rapi (gak harus begadang) dan kalo nge-MD lebih banyak berkahnya ketimbang nge-DJ yang mengajak orang mabuk dan juga berzinah. Lha, kok jadi seperti Mama Dedeh siiiiiih? Hahahaha….

Udah ah, gue mau kerja dulu!

GET A ROOM!

RUBRIK: HIS SAY.

CLEO INDONESIA DESEMBER 2013.

Saya bukannya bermaksud untuk menjadi polisi Twitter. Tapi kalau mengamati media sosial tersebut, kita banyak menemukan pengumbaran kasih sayang di timeline. Ketika mereka baru jadian, berkicau. Pacaran, berkicau. Bertengkar, berkicau. Dan putus pun juga tidak lepas dari pengaduan ke linimasa. Sekarang cinta seseorang makin transparan dan menjadi konsumsi para followersnya. Menurut Wikipedia, PDA alias Public Displays of Affection adalah: keintiman pasangan yang tidak lepas dari perhatian lingkungannya.

Ini ada beberapa tindakan PDA berdasarkan tingkatannya:

·         BERPEGANGAN TANGAN & BERPELUKAN (PDA METER: Boleh).

Siapa yang melarang? Itu adalah tindakan yang memang seharusnya dimiliki setiap pasangan, bukan? Ada perhatian dan cinta dari sikap tersebut.

·         BERCIUMAN (PDA METER: Boleh tapi situasional).

Tergantung dari situasi yang ada dan saya rasa sebuah ciuman tidak menjadi masalah jika momentumnya pas.

·         BERMESRAAN DI MEDIA SOSIAL (PDA METER: Hindari atau setidaknya kurangi).

Kita tidak perlu pamer ke seluruh followers untuk memperlihatkan bahwa hubungan kita romantis saling menyayangi, bukan?

Sudah lazim kita melihat kicauan seperti ini:

·         Beb, terima kasih atas malam indahnya kemarin ya. Aku sayang kamu banget…nget…nget!

·         Kangen dia, tapi dia kangen aku nggak ya?

·         Susah tidur, hanya bisa memandang fotonya. I miss him sooo muuuuch!

·         Jangan lupa makan nanti kamu sakit, sayang. Mmmuaaach….

·         Dijemput buat pacaran udah, kapan kamu jemput aku ke penghulu?

Atau ketika hubungan memanasi:

·         Dia bisa kenapa aku nggak bisa? Pembalasan lebih kejam!

·         Heh, telponnya diangkat! Kok aku didiemin sih?

·         Mati rasa. #nomention

Apalagi saat cinta kandas:

·         Kamu nggak ada disaat aku butuh, kenapa aku harus ada ketika kamu butuh?

·         Enough is enough!

·         Sudah nggak kangen lagi, dan saya akan mencari yang lebih baik lagi.

 

Mengapa harus memproklamirkan ke seluruh followers? Ingin menunjukkan hubungan kalian baik-baik saja? Saya bukannya sirik (karena sampai saat ini saya masih menjomblo). Tapi buat saya cinta akan kehilangan maknanya jika diumbar-umbar. Saya pernah mengunfollow seorang teman Twitter karena eneg dia sering pamer dengan pernikahannya yang akan berlangsung. Saat hari H pun, saya pikir dia melupakan Twitter sementara, eh dia malah tetap berkicau ‘live reportase’ dengan penuh kebanggaan mengumumkan ke seluruh dunia seolah-olah itu adalah pernikahan Prince William dan Kate Middleton. Hahaha….

Berbagi kebahagiaan memang bagus. Memproklamirkan sebuah hubungan juga tidak masalah. Tapi semua harus sesuai porsinya, jangan berlebihan. Bukankah sesuatu yang dibuat “seolah-olah” hasilnya malah tidak terlihat tulus alias palsu? Karena jika pada awalnya berkoar-koar dengan sebuah hubungan romantis di media sosial, dan pada akhirnya perjalanan cinta itu kandas….yang malu siapa? Memang ada yang berempati, tapi buat followers lain yang tidak termasuk lingkungan Anda bukan tidak mungkin akan menjadikan itu sebagai bahan olokan.

Belum lagi kalau terjadi pertengkaran, bukannya menyelesaikan berdua, malah berkicau saling menyerang dan menghakimi di Twitter. Helooooo….itu urusan pribadi kalian. Memangnya followers pada perduli? Apa bagusnya ‘isi dapur’ jadi konsumsi publik? Karena ada juga sebagian penonton yang menjadikan kasus Anda sebagai bahan rumpian. Dan itu sama sekali sangat kekanakkan. Anda bukan ababil lagi yang masih butuh pengakuan lingkungan sekitar. Ketika sebuah pasangan sudah berkomitmen mengikat diri, maka apapun yang terjadi seharusnya memang harus diselesaikan berdua tanpa ada pihak luar yang terlibat.

Beruntunglah Anda dan dia yang (mungkin) termasuk pasangan anteng, tidak pernah memperlihatkan kasih sayang berlebihan di media sosial. Hidup ini ibaratnya sebuah kompetisi. Masyarakat sekitar yang menjadi juri (juga merangkap sebagai penonton), lalu Anda dan dia yang berperan sebagai peserta. Kita hidup tidak lepas dari pengamatan orang.

Karena cinta itu seharusnya berada di ranah yang sangat pribadi.

WHY I LOVE BRITISH? (END)

Kiri atas: beli di salah satu FO di SCBD, Jakarta. Kanan atas beli di Stilrod, Surabaya (ala-ala Ben Sherman getooo hahaha). Yang dibawah emblemnya saya tempel sendiri.

Saya beli di Kaskus kaos hitam bareng robot ini. Eh sepatu saya dengan si robot matching yaaa hahaha

Sebenarnya tirai ini hanya akal-akalan saya saja. Sebelah kiri itu syal dan kanannya taplak meja. Tapi bisa juga disulap jadi ala-ala gorden hahahaha….

Jam ini hasil menang bidding di ebay. RARE!

Pelan-pelan menuhin dinding kamar dengan England stuff.

One of my fave t shirt!

Pemilik jaket ini lagi butuh duit. Dan sizenya salah, gak bisa dibalikin karena udah last stock. Akhirnya berpindah tanganlah padaku!

Nina booobooo ooooh ninaaaa boboooooo

Di bawah ini koleksi pribadi saya, yang dilepas (berkali-kali) karena banyak yang berminat membelinya, dan akhirnya saya tidak memiliki satupun. WUAAAAAAAA…..

Anak dan ayah kompakan doooong!

Karena buka saya lapak juga, kadang saya ngiler dengan orderan pembeli. Barang yang mereka order lucu-lucuuuu. Dan dibawah ini sebagian orderan yang bikin saya pengen punya jugaaaaa….

WHY I LOVE BRITISH?

image

Saya belum pernah ke UK, tapi itu adalah to do list before I die. Malah kata teman saya, “Sepertinya elo mending gak naik haji ketimbang gak ke Inggris, Ton.” Hahahaha…. Kenapa saya bisa cinta mati dengan British? Karena dari soal musik sampai ke fashion, mereka itu nyeleneh dan break the rules. Mari kita bahas musik terlebih dahulu…. band mana di dunia ini yang gak berkiblat ke Beatles atau Rolling Stone? Menikmati musik British yang ‘menyalahi pakem’ memang butuh mendengarkan berkali-kali dulu supaya suka dengan lagunya. Kita belum menyebut: Sex Pistols, Morrissey, The Smith, Oasis, Radiohead, Stereophonics dari kubu rock. Dan Pet Shop Boys, Chemical Brothers, Everything But The Girl, Fatboy Slim, blablabla dari kubu dance. Jangan lupakan Lisa Stansfield, Depeche Mode, Incognito sampai ke Primal Scream.

image

Bagaimana dengan fashion? Inggris punya style tersendiri yang (lagi-lagi) menyalahi pakem. Masih ingat dengan gempuran New Wave, para personilnya berdandan feminin? Masih ingat dengan tren DocMart? Atau ketika Amerika mempunyai band rock gondrong, tiba-tiba Inggris muncul dengan dandanan klimis berjas untuk musik Brit Rocknya.

image

image

KOLEKSI ENGLAND STUFF PERTAMA SAYA.

Beruntunglah saya meski belum pernah ngenggres, tapi dapat kesempatan untuk tinggal di New Hampshire, US yang mendapatkan julukan New England. Katanya sih penjajah Inggris masuk Amerika pertama kali memang dari sana. Gak heran ada nama New York, yang merupakan pengembangan dari kota York “baru” di Inggris. Di New Hampshire inilah saya masih bisa menemukan peninggalan Inggris, seperti phone box merah dan lain sebagainya. Dan katanya di kawasan ini juga lahir penulis kondang Amerika seperti Dan Brown atau Jodi Piccoult.

image

Saya kagum dengan bentuk desain bendera union jack. Sangat brilliant!!! Merupakan gabungan antara tanda silang dan tanda kali. Kalo kita amati, pertemuan dua garis putih mereka di bagian cross, itu unik. Garis putih besar bertemu garis putih kecil. Dan katanya bendera mereka pertama kali bentuknya hanya silang ciptaan St. Andrews dari Scotlandia sekitar tahun seribu enamratusan. Kemudian berkembang lagi ditambahi silang merah oleh St. George dari Inggris. Yang akhirnya bentuk bendera tersebut menjadi sempurna di tahun 1801.

image

EVOLUSI UNION JACK.

Kenapa saya bisa kagum desain union jack? Karena penggabungan warna biru, merah, putih itu JUARAAA! Dan apapun warnanya, kalo desainnya beryunion jek tetap saja kelihatan keren!

Akhirnya kegilaan saya tentang England makin berkembang. Saya mulai rajin mengkoleksi semua tentang Inggris. Banyaknya sih beli online langsung dari sana. Karena untuk menemukan produk union jack yang pas itu gak gampang. Kalopun ada di Indonesia, bisa jatuhnya pasaran dan alay. Ini adalah koleksi UK stuff saya:

image

Foto diatas inilah kaos saya pertama kali yang berunion jack. Sayangnya saya lupa di mana kaos ini keselip (baca: HILANG).

image

Sweater ini telah berpindah tangan ke adik saya, tapa persetujuan saya, KAMPREEEET! (Foto: Tiesto - Double 6, Bali).

image

Beli di Cihampelas Bandung. Harganya lebih mahal ongkos kirimnya ke Jakarta, sekitar 200ribuan.

Jujur saya gak begitu suka dengan band punk ini. BE-RI-SIK! Kuping saya masih menerima The Smiths ketimbang Sex Pistols. Tapi buat nambah koleksi, masuklah! Malah saya jadikan lucu-lucuan berfoto bareng sahabat, dan kami menjadi Sid Vicious dan Nancy.

image

image

Dibeli di Piccadilly Market London, harga hanya GBP 5!!

Si Farid Ardian dapat kesempatan melalangbuana dan saya nitip. Kacamata ini epic! setiap saya pake di club, nonton konser, clubbing, bahkan sampai Phuket pun semua orang ngelirik glasses cakep ini.

image

ATAS: Beli di salah satu distro di Tebet seharga 200.000.

Lumayan penuh effort buat ngedapetin kaos ini. Iseng cekidot di web milik distro kondang. Saya ke tokonya, ternyata kaos impian ini gak ada. Dan saya memutuskan beli online lewat web mereka, dan voilaaaaa! Saya suka desain union jack separuhnya.

image

ATAS: Oleh-oleh dari Larry Angow yang kelar jalan-jalan ke Bangkok. Dan lihat modelnya udah pasti Chatucak hahahaha….

image

ATAS: Pemberian teman yang dibeli di Cherokee, Pondok Indah Mall.

Saya pake nge-MC Telkomsel Liga Inggris di Citos. Lihat warnanya begitu matching dengan suporter Liverpool.

image

ATAS: BEENIE HAT & DOMPET: beli online. PIN: beli di Kaskus. BOLPEN: oleh-oleh teman dari Singapore.

image

image

image

Gak sengaja nemu di Plaza Semanggi. Langsung borog tiga!


Dari hobi ini tiba-tiba saya memutuskan untuk dagangan. Padahal kalo boleh jujur, dulu saya ngerasa gak punya bakat sama sekali dalam urusan buka lapak. Karena saya orangnya gak tegaan kalo nawar, dan netapin harga yang sudah termasuk untung. Jualan UK stuff saya awalnya dari jam Adidas ini:

image

Saya iseng beli empat biji (padahal dimana-mana biji itu harusnye due yeee). Dan DUAAAAAAR! Laris seperti kacang goreng padahal boleh dibilang harganya cukup tinggi Rp 850.000. malah ada yang jual jam serupa dengan harga 1.1 juta perak! Setelah itu, saya jualan lewat twitter @tontham segala yang berbau Inggris. Alhamdulillah responnya lumayan karena bisa menjaring sesama British freak.

image

 Sebagian dari koleksi yunionjek saya.

Kaos union jack teralay hahaha

Saya suka ini. Hanya 75ribu belinya di PRJ kainnya adem.

Beli di Cherokee - Senayan City.

Saya suka efeknya, seperti seolah-olah unin jack berkibar.

WOULD I LIE TO YOU?

(CLEO MAGAZINE JUNI 2013)

KASUS 1:

Kisah asmara Ferdy dan Desti harus berakhir, karena Ferdy pernah tertangkap basah berbohong dengan bukti kuat yang telah dikantongi Desti. Kebohongan pertama, Ferdy pernah kegep selalu end chat di beberapa obrolan BBM-nya.   Dan Ferdy mengaku texting itu dari teman biasa. “Kalo obrolan dari teman biasa kenapa harus di end chat, sih?” tanya Desti curiga.

Konflik mereka makin meruncing ketika Desti (juga) melakukan sebuah kebohongan jalan bareng mantan dengan alasan,”Toh kita jalannya rame-rame. Lagian dia kan statusnya udah mantan, ya  gak apa-apa toh? Masih mending gue kaleee!” Ia berang menyanggah.

KASUS 2:

Baron dan Rena memasuki tahap hubungan mati rasa. Ketika Rena berperan sebagai ‘polisi’ menginterogasi ‘terpidana’ kasus berbohong saat Baron melakukan acara boys night out, pulang siang tidur di apartemen temannya setelah tepar karena party hard. Dia ngakunya sakit demam dan langsung  tertidur panjang setelah menenggak obat, dengan membiarkan HP kehabisan baterei. Masalah tidak makin memanjang jika Baron berterus terang. Karena Baron berpikir, “Yang penting gue nggak selingkuh!”

Pada satu sisi Rena kecewa, “Kalo pacaran aja udah bohong gini, gimana merit-nya nanti, ya?” Karena kekecewaan itu Rena menjalankan misi balas dendam, dengan berbohong untuk membuat Baron jadi melek bagaimana rasanya dikecewakan. Sudah kabur batasan mana yang salah dan benar di sini. Justru kadang pihak yang salah bisa lebih marah ketimbang pihak yang benar.

     Anda familiar dengan kasus tadi? Saya rasa masih banyak kasus lainnya dengan versi berbeda. Pada intinya dalam sebuah hubungan, kejujuran sangat dituhankan. Dari kecil saya telah diajarkan arti sebuah kejujuran. Apapun alasannya jangan pernah berbohong karena satu kebohongan akan mengarah pada kebohongan yang lain. Tapi, emangnya ada manusia yang nggak pernah berbohong? Omong kosong!

     Mari kita tengok kasus pertama. Memang HP itu adalah privacy. Tapi banyak yang bersembunyi dari alasan privacy itu agar bisa ‘bermain-main’ dan malah memojokkan pasangan apabila tertangkap basah. Kenapa HP harus berpassword jika tak ada sesuatu yang disembunyikan? Kenapa harus end chat pada messenger kalau tak mengandung obrolan yang berpotensi menyakitkan hati pasangan?

     Sedangkan pada kasus kedua, biasanya orang akan berbohong untuk melindungi dirinya dan menyelamatkan hubungan. Semuanya dikarang agar orang yang dicintainya tidak kecewa. Sebagai pasangan kita harus berkompromi melihat derajat kebohongan dia yang bisa ditolerir atau tidak. Karena cinta itu kompromi. Kita harus bisa menganalisa pemicu terjadinya kebohongan. Kebohongan yang tidak bisa ditolerir menurut saya: berselingkuh atau menyembunyikan sifat buruknya seperti ngedrugs, atau jangan-jangan dia sudah menikah (amit-amit!).

     Menurut buku Is He Lying To You – Dan Crum, ada banyak jenis kebohongan dan sikap yang ditunjukkan si pelaku. Kebetulan sang penulis itu merupakan mantan Agen CIA yang telah khatam membaca kebohongan seseorang. Inilah beberapa kebohongan verbal yang ditulis…

Jawaban yang hilang:

“Sebelum aku menjawabnya, apakah kau mau minum dulu?”

“Tahan dulu sebentar, ke mana pelayan kita pergi, ya?”

Alasan-alasan:

“Aku tidak akan pernah melakukannya. Aku menyanyangimu…”

“Aku mencintaimu. Aku tidak akan mengambil risiko…”

Berpura-pura tuli:

“Bisa kau ulangi pertanyaanmu?”

“Aku tidak yakin apa aku mengerti. Bisa kita pergi ke tempat yang lebih tenang dan bicara secara pribadi?”

Mempermasalahkan waktu:

“Aku butuh waktu untuk memikirkannya…”

Pemutarbalikan rasa bersalah:

“Kukira kau mempercayaiku!”

“Ke mana rasa saling percaya itu?”

Sang negosiator:

“Bisakah kita membicarakan hal ini nanti saja?”

“Bagaimana jika aku bilang tidak?”

Amnesia:

“Sepertinya aku tidak ingat…”

“Kau kan tidak bisa berharap aku mengingat semua hal yang sudah kulakukan?”

Keluhan:

“Aku merasa kurang enak badan…”

“Bisa kita bicarakan lain kali saja?”

KASUS 3:    

Salah satu teman saya dengan bangganya menceritakan pacarnya yang cuek nggak mau tahu buat urusan HP masing-masing. Dengan menyiapkan ‘kompor dan kipas’ saya memprovokasi, “Pernah nggak elo kepikiran, dia cuek karena supaya elo juga gak peduli dengan ‘aktivitasnya’ sama orang lain?” SHOOT! BANG BANG! Hahahaha

PET SHOP BOYS CONCERT, JAKARTA.

Udah lama emang gw pengen melihat penampilan Pet Shop Boys. Salah satu grup musik yang gw idolain sejak gw SMP (ooops ketahuan umur! Hahahaha). Makanya pas tau mereka mau konser tepat di hari kemerdekaan Indonesia, gw mulai nyari cara gimana bisa nonton gratisan (dan kalopun gak dapet yang gratisan, bayar deh buat kesempatan langka ini). Dari harga tiket termurahnya yang tujuh ratus ribu perak aja, gw mulai berusaha mati-matian buat dapet tiket gratisan. Sayangnya radio gw UFM gak kerja sama. Nanya ke temen yang kerjanya di sebuah promotor, statusnya masih gantung. Nyari di Kaskus ada sih harganya empat ratus lima

Tapi emang kalo jodoh gak ke mana ya. Dapetlah tiket gratisan di KISFM dari Om Yudi Buster. YAAAAAAAAAAY! Makasih ooooom, mmmmuaaahhhh! Sebagai pencinta union jack, mulailah gw mikirin pake kostum apa. Terpilihlah kaos, jaket, kaos kaki sampe kacamata rayban England flag. Pengennya sih face painting, tapi nyali gw belum segede itu buat dateng ke Jakarta Convention Center.

Sebelum PSB konser, gw ketemu Bayu Oktara yang nodong wawancara buat O Channel program Loe Lebay. Karena gw khatam soal mereka, semua pertanyaan Bayu gw babat abis. Setelah itu ditodong lagi buat kapanlagi.com. Dan (masih ada lagi!!!) MNC Fashion juga interview minta gw nyebutin semua merk yang gw pake dan belinya di mana. Dan pamer pun mulaiii. Kacamata nitip temen waktu dia ke London, jaket gw beli online di UK (padahal dari Kaskus hahahaha), kaos kaki Topman (ini bener), jam tangan Adidas dari UK (ini juga bener!!).

AND THE SHOW BEGIN…..

Lagu pertama sampe lagu ketiga, PSB belum menampakkan taringnya. Masih flat cuuuuuy! Dekornya juga masih belum membuat gw terkesima. Dan gempa pertama pun muncul dengan berkumandangnya Suburbia. Salah satu lagu yang gw tunggu. Mulailah satu persatu atraksi PSB keluar. Ada dua kubus kaca yang isinya para dancer. Ada permainan lampu ajaib bentuk boneka joget.

Kenapa gw tergila-gila pengen nonton konser band asal Inggris ini? Karena gw punya semua video klipnya, albumnya sampe nonton konsernya di DVD. Mereka punya banyak atraksi yang bisa bikin mata betah nonton berlama-lama. Dan itu terbukti! Ada dancer yang nari pake pegas loncat-loncatan dan herannya gak jatuh karena hanya memakai satu pegas seperti enggrang (tapi lebih pendek). Dan kostum PSB sendiri…..KUEREEEEEENNNN! Mereka pake setelan merah scotlight. Terus pake helm discoball yang ditembakin laser (wuiiiiih!), pake topeng banteng bertanduk dari perak, pokoknya macem-macem deh!

Mereka juga nyanyiin Someday - John Legend dalam versi dance. Setelah itu mulailah nafas dibuat gak bisa beristirahat. Lagu hitsnya yang membuat seisi JCC singalong antara lain: Always On My Mind, It’s a Sin, West And Girls, Domino Dancing dan ditutup dengan Go West. Sayang What Have I Done To Deserve This gak dinyanyiin. Hik, kecewa!

Yang gw herankan adalah, kok banyak ABG yang ngerti lagu mereka ya? Apa gw yang makin menua? Hahahaha…..

Orgasme dengan penampilan mereka, gw kembali mendapatkan multiple orgasm karena melihat mereka berdiri santai di stand Jack Daniel. FOTO BAREEEEEEEEEEEEEEEENGGGGGG!!!!

Dan gw bisa tidur sambil tersenyum malam itu. Dengan alunan Go West yang masih terngiang-ngiang di pikiran. Thank you Neil TennantChris Lowe for bloody hell concert!!!!